Saturday, July 23, 2011

Menelusuri Jejak Bangsa Arab dan India di Bulungan


Korankaltim.co.id - Minggu, 03 April 2011

BULUNGAN – Keterkaitan warga pendatang khususnya warga keturunan Arab Yaman dan India tidak bisa dipisahkan dengan pembangunan Bulungan dari masa kemasa.

Dimana menurut penelitian yang dilakukan para sejarawan menyebutkan, bangsa Arab dan India sejak awal abad 19 sudah bermukim di Tanjung Selor, tepatnya diujung Tanjung atau yang trend dikenal Bulungan sekarang dengan nama kampung Arab.

Namun disayangkan setiap Birau atau perayaan Hari Ulang Tahun Bulungan atau Hari Jadi Kota Tanjung Selor yang rutin dirayakan Pemkab setiap dua tahun sekali, budaya bangsa Arab dan India tidak pernah ditampilkan.

Keberadaan dan kebudayan mereka (bangsa Arab dan India, red) dikemas menjadi asset budaya yang mampu mendatangkan devisa bagi Negara itu. Padahal keberadaan mereka di Bulungan sejak zaman dahulu hingga sekarang sangat memiliki andil yang cukup besar untuk membangun daerah ini.

Menurut Zarkasyi, peneliti sejarah Bulungan dalam sebuah situsnya menyebutkan, dahulu Tanjung Selor adalah perkampungan masyarakat pendatang, umumnya kebanyakan adalah orang muslim selain Cina dan Belanda yang datang dikemudian hari.

Perkampungan pertama di Tanjung Selor pusat pemerintahan Bulungan sekarang, diperkirakan didirikan di sekitar kawasan di ujung tanjung, yang dikenal sebagai kampung dagang pertama atau kampung Arab saat ini, kurang lebih pada paruh pertama abad ke 19 M.

Bukti keberadaan sejarah orang Arab dapat juga ditemukan pada inkripsi nisan yang sudah tidak utuh lagi kuburnya, jika saja kira lebih jeli, nisan tersebut merupakan serangkaian kunci penting untuk memahami sejarah kedatangan orang Arab di Bulungan.

Dulu di ujung tanjung terdapat makam kuno komunitas Arab sebelum dipindahkan untuk dipagari siring, beberapa nisan yang selamat ditempatkan disekitar gerbang pemakaman umum di PMD, ada dua yang dapat terbaca dengan jelas, khususnya pada angka tahun hijriyah yang digunakan, masing-masing berangka tahun 1241 H dan 1302 H.

Dimana masing-masing jika dikonversi menghasilkan angka tahun kurang lebih 1825 M dan 1884 M. Ini menandakan komunitas Arab di Bulungan muncul sekitar awal 1800-an. Bahkan jika ditarik garis lurus, sudah ada pendakwah berdarah Arab di Bulungan, khususnya di awal paruh abad ke-18 M seperti Sayyid Abduraman Bilfaqih yang makamnya di kawasan Baratan saat ini.

Sementara itu tambah Zarkasyi, di Bulungan nampaknya ciri budaya India lebih bercorak dari India utara, tapi tak dapat dipastikan apakah berasal dari Sind atau Punjab, namun faktanya jika dilihat dari mayoritas keluarga India di Bulungan adalah orang muslim. Salah satu kunci penting yang mendekati kebenaran adanya pengaruh India utara yang dibawa di Bulungan paling tidak digunakan dikalangan mereka sendiri adalah penggunaan bahasa Urdu. (sah/advhumaspemkab).
Load disqus comments

0 comments