Monday, February 27, 2012

Transisi Pemerintahan Bulungan (1949-1964)

(Suasana pengibara bendera Merah Putih di halaman Keraton Bulungan tahun 1949)

Perubahan sistim pemerintahan dari monarki ke republik parlementer di Bulungan mengubah sistim budaya pemerintahan, namun karisma keraton tak menurun, Sultan Bulungan tetap jadi panutan rakyatnya.

Periode tahun 1949 ke 1964 merupakan masa transisi yang sulit bagi kesultanan Bulungan, kendati demikian, keraton sangat terbuka dan konsisten pasca penggabungan dengan pemerintah RI. “Ekses sosial yang muncul adalah munculnya kecemburuan sosial yang dipicu oleh kaum proletar komunis,” kata Abdul Jalil Fatah, tokoh Bulungan yang juga anggota DPRD Kaltim ini. Mungkin ini yang mendorong sebagian rakyat Bulungan, ketika dimobilisasi oleh tentara bersedia ikut membumihanguskan keraton Kesultanan Bulungan.

Padahal sikap terbuka dan kecintaan keluarga sultan kepada rakyatnya dibuktikan dengan menentang pemerintah kolonial lewat sistim pendidikan. “Untuk menyaingi agitasi Belanda lewat pendidikan, sultan membuka pesantren yang menerapkan pendidikan Islami lewat Pesantren Al-Chairat, jauh sebelum bergabungnya Bulungan dengan pemerintah RI,” tambah Jalil.

Tatakrama kesultanan tetap berlangsung, kendati waktu itu, Bulungan sudah menyatukan diri dengan pemerintah RI dan etika ketatanegaraan sudah berubah ke pemerintahan republik parlementer. Hingga pecah tragedi Juli 1964, belum ditemukan catatan, keluarga kesultanan berpolitik praktis.”Setahu saya keluarga kesultanan tidak ada yang terlibat partai politik,”

Hingga priode 60-an itu rakyat Bulungan masih menganggap sistim pemerintahan keraton.”Memang aktifitas Parpol tidak seterbuka sekarang, tapi hal itu tidak mengurangi iklim demokratis di Bulungan,” katanya.

Kendati kehidupan sosial, ekonomi dan religi, Bulungan merupakan mayoritas Islam, sultan sangat terbuka. Ini terbukti dengan tumbuh suburnya partai berhaluan nasionalis. “Bahkan Partai Persatuan Anak Daerah, Persada dan PKI tumbuh,” katanya. #

Sumber: www.bongkar.co.id/news/.../1742-47-tahun-tragedi-bulungan.html
Load disqus comments

0 comments