Tuesday, December 18, 2012

Maria Marcedes: mengenang telenovela terlaris tahun 90-an di Bulungan.

Banyak hal yang menarik tentang budaya pop yang menjamur di bulungan  khususnya di Tanjung Selor tahun 90-an, bukan hanya soal gaya rambut, jalan-jalan sore naik fesva kesayangan, main tenis dilapangan favorit, nonton bioskop bareng pacar dan kawan, tentu saja yang juga tak ketinggalan  adalah menonton telenovela, ya tak seperti sinetron indonesia yang menjamur saat ini, tahun 90-an telenovela, film impor dari Amerika latin, khususnya dari Mexiko dan Brazil.

Maria, gadis manis yang mencuri perhatian. 

Telenovela yang juga bernama novelatina alias opera sabun boleh di bilang merupakan tayangan yang laris manis mencapai puncaknya di tahun 90-an, para aktor dan aktris menjadi pesohor berkat telenovela yang menjadi bagian dari penggerak industri perfileman di amerika latin khususnya lagi di negeri asal Santa Ana itu. Ada banyak pula judul opera sabun yang popler mencuri perhatian pemirsa yang mayoritas penghuninya adalah gadis remaja, ibu-ibu dan orang tua lanjut usia. Diantaranya adalah “Escrava Isaura”, telenovela yang mengisahkan hikayat tentang perbudakan oleh orang kulit putih yang terkenal di kalangan dewasa. Menyusul Escrava Isaura, adapula Little Missy yang juga merupakan telenovela produksi oleh Brazil. 

Kemudian ada pula produk rumah produksi yang berasal dari Mexiko seperti  Wiki Rose alias “Rosa Salvaje” di produksi sekitar tahun 1987, Telenovela menceritakan hikayat gadis miskin yang dicintai pemuda tampan dan kaya sekaligus dibenci oleh kedua ipar perempuannya ini menjadi pionir dari tayangan telenovela sejenis di tanah air. Boleh di bilang tayangan ini mampu menguras air mata pemirsanya. 
  
Ada pula diantaranya “Esmeralda” (Leticia Calderon) seorang gadis yang terlahir lemah dan buta menyebabkan sang bunda ‘menyingkirkan’ dan menukarnya dengan bayi laki-laki yang sehat agar sang suami tidak murka. Diasuh oleh Dominggas, Esemeralda tumbuh menjadi gadis cantik yang baik hati. Sementara itu, Jose Armando (Fernando Colunga), anak yang diasuh oleh orang tua asli Esmeralda juga tumbuh menjadi pemuda tampan. Keduanya bertemu dan saling jatuh cinta. Masalah timbul saat Don Rodolfo, ayah sesungguhnya dari Esmeralda yang keras hati, menentang hubungan mereka. Bianca, ibunda Esemeralda tak bisa berbuat apa-apa karena itu artinya dia harus membuka kebohongan yang dia ciptakan sendiri selama bertahun-tahun. 

Dan tentu saja yang menjadi bintang yang banyak dikenang ibu-ibu tahun 90-an itu adalah “Maria Marcedes”, saya ingat betul telenovela yang diproduksi tahun 1992 jadi tontonan favorit anak beranak sampai-sampai bila tayang ditelevisi, itu film tak bisa di gugat, remot tivi sudah disembunyikan ibu-ibu, lebih hangat lagi setelah itu mulai kawan-kawan lama, tetangga membicarakan kisah tersebut mulai dari pasar sampai dapur singkat kata jadi film yang tak bisa ditinggalkan saat itu,  sampai-sampai duduk di tangga sambil mencari kutu pun kisah maria marcedes ini selalu jadi obrolan yang menarik. 

Dalam hikayat opera sabun ini diperankan oleh ratu Telenovela Thalia, singkat kata Thalia Yang memerankan Maria mengisahkan kisah gadis yang hidup miskin dengan ayah pemabuk dan empat saudaranya, harus berjuang menghidupi keluarganya dengan berjualan lotere dan bunga. Di lain pihak, Santiago, seorang kaya yang sakit-sakitan berupaya agar Malivina (Laura Zapata), bibinya yang culas dan gila harta, tidak mendapat warisan darinya apabila dia meninggal. Itulah sebabnya, Santiago membujuk Maria yang polos agar bersedia menikah dengannya. Setelah meninggal, Malvina begitu murka saat tahu bahwa Maria  yang mewarisi harta kekayaan Santiago. 

Dengan segala cara Malvina bertekad mendapatkan harta warisan Santiago termasuk memanipulasi anaknya, Jorge Luis agar menikahi Maria dan menceraikannya setelah berhasil menguras hartanya. Jorge Luis yang lemah pada mamanya awalnya menolak karena dia baru saja ditinggal mati istrinya yang terbunuh di hari pernikahan mereka. Belakangan Jorge Luis benar-benar jatuh hati pada Maria. Sementara itu, Magnolia, ibu dari Maria Mercedes yang merasa bersalah telah meninggalkan anak-anaknya, berusaha mendapatkan kembali kepercayaan mereka.

Kisah ini menceritakan perjuangan hidup yang luar biasa, hikayat tentang perjuangan cinta, ketamakan akan harta, penyiksaan yang mengharuskan dialami si tokoh baik, serta peran tokoh jahat yang begitu hidup, menjadikan cerita tersebut luar biasa. Menarik tentang ending dari kisah tersebut, maria hidup bahagia dan tokoh jahat Termasuk Malvina yang menjadi gila dan penjahat lainnya yang tewas mengenaskan. 

Maria marcedes menjadi kisah yang dikenang sebagai salah satu Novealita benar-benar dapat mencuri perhatian saat itu.  

Sumber Refrensi:

http://gerbongtiga.wordpress.com/2012/08/17/telenovela-terfavorit-sepanjang-masa/.

Load disqus comments

3 comments