Monday, July 14, 2014

Membaca jejak-jejak budaya keturunan Arab di Bulungan.



(Mesjid At-Taqwa di salah satu sudut Kampung Arab di Bulungan)
Lama saya perhatikan mengenai budaya Arab, khususnya bagi komunitas arab Bulungan, identitas kesenian dan kebudayaan mereka sesungguhnya sangat banyak, yang paling menonjol adalah tari zapin atau Jepen dalam bahasa lokalnya.

Zafin secara etimologis merujuk pada kata dalam bahasa Arab “zafin” yang berarti gerakan kaki cepat. Zapin bisa juga disebut tari berpasangan, yakni berasal dari kata “zaf” (tari) dan “fin” (berpasangan). 

Umumnya tari zafin memang dilakukan berpasangan, di Bulungan Zapin umumnya dimainkan oleh dua pasang atau empat orang. Anatomi zapin setidaknya terdiri dari gerak, musik dan syair.

Para penari mengerakan tubuh dan anggota badan dengan iringan musik gambus, perkusi dan marwas. Gerak tarinya didominasi langkah berjalan dan berputar-putar dengan tempo yang cepat. Meski mengandalkan kelincahan kaki, anggota tubuh penari tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Makna “pembatasan” gerakan ini sebagai tanda penghormatan terhadap para penonton.

Zapin berasal dari timur tengah. Catatan umum tentangnya menyebutkan bahwa tari ini di bawa oleh saudagar arab asal Hadramaut, Yaman, yang kemudian berkembang ke seluruh penjuru dunia seiring dengan penyebaran Islam pada abad ke-13 M. Ketika datang ke Indonesia, para saudagar imigran itu acap kali membawa tarian itu saat berkumpul.

Zapin kemudian dalam perkembangannya bersentuhan dengan budaya lokal -di Bulungan dimulai pada sekitar diabad ke 18 M-, itulah sebab mengapa zapin banyak di terima dan berkembang di pelosok nusantara khususnya yang memegang teguh tradisi Islam seperti di Bulungan ini. Dalam perkembangannnya yag panjang zapin kemudian dikenal menganut dua gaya yang khas, yaitu zapin arab dan zapin melayu, zapin arab memiliki ragam yang tunggal, umumnya masih dipertahankan oleh komunitas arab di nusantara. 

Zapin melayu beda lagi, umumnya ia memiliki banyak ragam sebagai hasil penyesuaian budaya lokal mulai dari tema hingga penamaannya, di Bulungan sendiri variasi zapin melayu lebih dari satu bentuk, mengingatkan kita tentang kekayaan serta keharmonisan budaya Islam di tanah Bulungan ini. 

Sumber :
Foto ; Sumber Pribadi.
Rujukan : Gatra (Khazanah Seni Islam) Edisi Khusus,  No. 44-45 tahun XVI, 9-22 September 2010, Kesenian Islam Nusantara; Zapin. Hal. 50-51.
Load disqus comments

0 comments