Wednesday, July 7, 2010

Bulungan Dimasa Transisi

kalau kita melihat berita akhir-akhir ini, kita pasti sudah tau bahwa kerajaan Nepal kini sudah bubarkan, raja Gyanendra akhirnya memutuskan untuk meninggalkan istananya Nrayanhiti setelah didesak oleh negara karena nepal telah menjadi republik.

ini mengingatkan kita 59 tahun yang silam, 17 agustus 1949 tepat didepan istana kesultanan bulungan, Sultan Muhammad Djalaluddin mengibarkan sangsaka merah putih sebagai tanda penyerahan kekuasaan dimana kesultanan bulungan kepada republik indonesia, sejak itu konstitusi kerajaan yang semula berwatak monarky bergeser ke watak republik yang yang lebih demokratis. sejak hari berakhir pulalah kesultanan bulungan yang berdiri 218 tahun itu.

perubahan konstitusi kerajaan yang monarky kemudian beralih menjadi bagain republik indonesia, bukan tidak menuai masalah, baik itu masalah sosial, ekonomi maupun budaya. tentu saja karena memang tidak mudah menghapus ingatan masyarakat terhadap kesultanan yang sudah berdiri selama 2 abad itu, apa lagi ciri kebudayaan bulungan bersifat tersentaral pada kraton bulungan. sayangnya kita tidak banyak mendapatkan catatan maupun dokumen tentang masa transisi kekuasaan tersebut, sampai akhirnya tahun 1964, 15 tahun setelah menyerahan kekuasaan, rakyat bulungan dihadapkan dengan tidak kecil. istana bulungan yang merupakan simbo-simbol terakhir dan merupakan pusat kebudayaan orang-orang bulungan akhirnya terbakar.

kisah transisi kekuasaan dan runtuhnya simbol-simbol kesultanan bulungan 1949-1964 harusnya menjadi bahan kajian sejarah untuk mendapatkan kejelasan tentang kedupan ekonomi, sosial, polik dan budaya orang-orang bulungan pada masa itu.
Load disqus comments

0 comments