Wednesday, March 23, 2011

Melacak jejak sejarah keluarga india di Bulungan.

Sewaktu kecil, kakek saya, Alm. Djamaloeddin bin Haroen pernah bercerita kalau dahulu di kampong arab sempat dihuni orang India, waktu itu saya masih belum mengerti benar hal itu.

Berpuluh tahun kemudian saya baru tersadar cerita itu menjadi begitu penting, sebab sejarah orang india di bulungan, merupakan satu dari sekian banyak kepingan sejarah kota tanjung selor, khususnya di bulungan yang paling misterius.

Saya menyadari, jejak sejarah keluarga india di bulungan, tidaklah mudah untuk di telusuri, mereka juga tidak membentuk perkampungan atau pemukiman seperti yang ada kampong Koja di kota Jakarta atau kampong madras (keling) di kota medan. Inilah yang kemudian menyebabkan cerita-cerita sejarah orang-orang India dibulungan amat sulit untuk dilacak, disisi lain kurangnya minat generasi muda india memperkenalkan budaya mereka seperti seperti penggunaan kain Sari dan Salwar Kameez dalam festival-festival penting di bulungan seperti dalam Birau dan sebagainya semakin meredupkan eksistensi keberadaan budaya mereka, padahal baik sari dan Salwar Kameez dimasa lampau menjadi salah satu identitas penting yang paling di kenal dari masyakat.

Hal seperti ini berlangsung cukup lama, sehingga ada semacam pandangan dari masyarakat kita bahwa keberadaan orang-orang india di Bulungan hanya menjadi semacam dongeng, bahkan lebih jauh hanya dianggap sebagai mitos saja.

Saya merasa beruntung, walaupun jumlah mereka tidaklah banyak, namun beberapa generasi tua orang-orang india di bulungan telah mewariskan harta yang paling berharga, apakah itu? Tak lain adalah dokumentasi berupa foto-foto keluarga dan cerita yang diturunkan dari generasi ke generasi meraka.

Bagi saya foto-foto keluarga india di bulungan lebih dari sekedar gambar belaka namun punya arti lebih dari itu, ada yang menganggap foto-toto lama hanya sekedar pajangan saja, namun sesungguhnya foto-foto lama itu, didalamya terkandung gagasan-gagasan tentang sejarah, kenangan, memori kolektif, budaya serta filosofi hidup mereka yang akan menjadi “tangga pertama” yang menuntun saya untuk lebih mengenal mereka. Saya merasa terhormat diizinkan untuk menyelami sejarah keberadaan orang-orang india di bulungan. Inilah beberapa koleksi foto yang dapat saya tampilkan:


(Haji Muhammad Ali Husen, salah satu saudagar india yang menetap di Bulungan.


(Haji muhammad Ali Husen berfoto bersama adiknya Haji Peda Husen Ali beserta karyawan dan kenalan beliau didepan toko milikinya yang bernama Bombay Shop di kampong Arab.



(foto ini merupakan salah satu profil keluarga india di bulungan yang paling saya sukai, terlihat jelas walaupun lelaki india tersebut menggunakan toksedo atau jas, namun kedua wanita india lainnya masih mempertahankan pakaian khas mereka).


(foto lain yang tentang keluarga india di bulungan)


(Hampir semua kaum India di Bulungan adalah muslim).


(profil seorang wanita india di bulungan)


(pakaian khas mempelai wanita india)


(foto pasangan pengantin dengan pakaian khas india)


(salah satu pasangan suami istri keturunan India di bulungan)


(pakaian sari yang dikenakan oleh salah seorang wanita keturunan india di bulungan).

Masih kah kita menganggap eksistensi mereka sekedar mitos belaka?

foto: koleksi keluarga ibu Hj. Aminah.
Load disqus comments

0 comments