Friday, August 30, 2019

Sultan Bulungan diawal Abad ke-20


Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin, gelar yang beliau pegang itu kurang lebih berarti “Pelayan Agama”. Naik tahta diawal tahun 1901 menjadikan beliau sebagai Sultan Bulungan yang mengawali pergantian dari Abad ke 19 menuju abad 20.  Mulai memerintah dimasa Gubernur Jendral Willem Roosebom dan berakhir dimasa Gubernur Jendral Dirk Fock. Diawal pemerintahannya hampir separuh wilayah Kesultanan Bulungan sempat bergolak namun dapat diselesaikan pada tahun-tahun berikutnya.

Dimasa yang sama, Bulungan memasuki pase baru sebagai kekuatan Ekonomi yang yang layak diperhitungkan di Hindia Belanda, dengan ditemukannya cadangan minyak kualitas sangat baik di Tarakan maka Bulungan menjadi salah satu Kesultanan yang kaya dengan pendapatan terbesar dari hasil bagi minyak bumi tersebut, begitupula dibidang perkebunan, komuditi karet mulai ditanam secara serius begitu pula dibidang perikanan.

Sultan juga mulai melakukan reformasi dibidang pendidikan, ia membangun sekolah-sekolah baru, begitupula dibidang kesehatan, rumah sakit baru mulai di bangun di Tanjung selor, daratan luas yang terdapat didepan Tanjung Palas, tempat kediaman Sultan bertahta.

Sultan Kasimuddin merupakan sultan pertama pula yang mengunjungi negeri Belanda, beliau tampak ganteng ketika mengunjungi negeri Ratu Wihelmina tersebut menggunakan topi dan jas hitam. Kemampuan dalam membangun relasinya juga sangat baik, dia tampak mudah menerima pola perubahan yang terjadi diabad tersebut, salah satunya adalah menyiapkan putranya yang kelak menjadi Sultan untuk menimba ilmu di luar Bulungan. 

Sultan Kasimuddin juga menunjukan kelasnya sebagai pemimpin Kesultanan Bulungan ketika menolak kebiasaan untuk menjemput pejabat Belanda yang berkunjung ke Bulungan, baginya Sultan hanya akan menyambut pejabat pemerintah Hindia belanda tersebut di Istana miliknya, bukan didermaga kayu didekat sungai tersebut. Baginya pemerintah Belanda harus mampu menghormati dirinya sebagai Sultan Bulungan sekaligus mewakili Rakyat kesultanan Bulungan yang memiliki hak yang sama sebagai warga Negara dalam lingkup Hindia Belanda tersebut. 

Sultan Kasimuddin mangkat di Tanjung Palas sekitar tahun 1925, warisannya yang masih berdiri kokoh hari ini berbentuk masjid agung Sultan Kasimuddin yang didirikan di paruh pertama abad 20 sampai hari ini menjadi saksi kejayaan Kesultanan Bulungan dimasa lampau[].

Sumber Foto : FB Kesultanan Bulungan

No comments:

Post a Comment

bulungan