Thursday, November 29, 2012

Meriam tua teronggok lesu di sudut kota


(Meriam tua yang teronggok lesu di sudut kota)

Saya memang sudah lama sekali mendengar bahwa pernah ada beberapa buah meriam yang diletakan di tanjung selor, beberapa darinya konon menurut hikayat merupakan bagian dari monumen peninggalan belanda yang di letakan dipertigaan dekat pelabuhan kapal saat ini.

Kebetulan secara tak sengaja sore itu saya melintas di lapangan Ahmad Yani, hari agak mendung sewaktu saya melewati kantor lama Dinas PU yang memang letaknya tak jauh dari Bank BRI itu, disitulah pertemuan tak sengaja saya alami dengan beberapa buah meriam kuno yang teronggok di bekas kantor itu.

Baru kali ini saya tau dan saya saksikan sendiri artefak bersejarah ini nyata dan jelas dihadapan saya ada di Tanjung Selor. dari bentuknya mungkin sekali artileri ini ditempat di kapal awalnya melihat bentuknya yang tidak begitu besar, dilihat dari sistem loadnya jelas sekali ini meriam yang sangat kuno, sebab peluru tak dimasukan dari belakang, melainkan masih dimasukan dari moncong depan.

Menurut kebiasaan dimasa kolonial, biasanya penempatan beberapa buah meriam umumnya berkaitan dengan pentingnya tempat itu dipertahankan, memang tanjung selor pernah digunakan sebagai kediaman Controleur sebelum di pindahkan di tarakan, kota mungil ini sempat pula didiami satu detasemen KNIL yang pernah bertugas memedamkan gerakan perlawanan di daerah hulu. 

Mungkinkah meriam-meriam ini dahulunya punya peran aktif semasa kampanye militer belanda di bulungan? Tidak diketahui secara pasti yang jelas meriam tipe eropa ini memang bukan hanya digunakan sebagai pajangan saja. Uniknya meriam ini masih menyimpan kesan sangar dengan diletakan pada roda pendukung, ini artinya mobilitasnya cukup tinggi.

Sayangnya, meriam yang seharunya jadi pusaka sejarah itu teronggok lesu, kesepian disudut kantor yang telah ditinggalkan, sedihnya lagi ada beberapa tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan itu juga ada disana, dari dulu meriam ini memang diperlakukan dengan tak seharusnya. Saya kira tak ada pilihan lain, meriam-meriam itu seharusnya diselamatkan. Museum Bulungan adalah tempat yang layak untuknya.

Foto-foto meriam kuno di Tanjung Selor 

 


Load disqus comments

3 comments